Tel : (021) 75875941 | Email : sekr-ptipk@bppt.go.id

 

 

 

seminar bersama antara BPPT – SAAB

dengan tema

“MERAIH PERTAHANAN YANG TANGGUH MELALUI TEKNOLOGI PERTAHANAN BAWAH AIR”

Jakarta, 29 Agustus 2017

 

Sebagai poros maritim pada wilayah persimpangan lalu lintas komunikasi dan perdagangan dunia, Indonesia memiliki kondisi geografis yang luar biasa. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luas lautan dua per tiga dari luas total wilayahnya. Di samping itu, Indonesia dilingkungi oleh tiga perairan bebas, yakni : Samudera India, Samudera Pasific dan Laut Cina Selatan. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki 3 (tiga) Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), yaitu: ALKI I melintasi Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda; ALKI II melintasi Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, Selat Lombok; dan ALKI III Melintas Samudera Pasifik, Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda, Selat Ombai dan Laut Sawu. ALKI ditetapkan sebagai alur pelaksanaan Hak Lintas Alur Laut Kepulauan berdasarkan konvensi hukum laut internasional agar pelayaran dan penerbangan internasional dapat terselenggara secara terus menerus, langsung dan secepat mungkin serta tidak terhalang oleh perairan dan ruang udara teritorial Indonesia. ALKI ditetapkan untuk menghubungkan dua perairan bebas, yaitu Samudera India dan Samudera Pasifik, sehingga semua kapal laut dan pesawat udara asing yang mau melintas ke utara atau ke selatan harus melalui ALKI.

ALKI dimanfaatkan sebagai sarana lalu lintas perniagaan yang sangat ramai dan tentunya berpotensi rawan terhadap pelanggaran hukum, seperti: penyelundupan, pencurian kekayaan laut, penyusupan, dan sebagainya. Tugas pengamanan tentu tidak cukup dilakukan dari udara dan permukaan laut, tetapi perlu juga dilakukan di bawah laut. Sistem pengamanan bawah laut perlu dilakukan untuk menjaga sumber daya ekonomi dan kedaulatan Indonesia. Sebagai Lembaga Pemerintah dan dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya, BPPT dapat memberikan rekomendasi teknologi terhadap penyelenggaraan monitoring dan pengawasan terhadap ALKI ini. Sebagaimana diketahui BPPT juga memiliki kompetensi dalam bidang hidrodinamika, teknologi perkapalan, struktur dan material, mesin propulsi, navigasi dan telekomunikasi, teknologi survei laut, yang dapat dikontribusikan ke dalam bidang  maritim. Dengan dukungan fasilitas dan pusat pusat penelitian canggih, BPPT saat ini dan ke depan dapat menyusun dan merencanakan pemenuhan kebutuhan teknologi untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan bangsa yang sedang/akan dihadapi khususnya di bidang kemaritiman.

Ada 5 peran BPPT, yaitu: intermediasi, technology clearing house, pengkajian, audit dan solusi teknologi. Untuk memainkan peran ini BPPT memerlukan mitra kerja sama dalam penguasaan dan pengembangan teknologi pertahanan bawah air agar dapat memberikan output dan outcome yang optimal, serta impact yang berdampak nasional.

Beberapa pengalaman BPPT terkait litbangyasa di bidang teknologi rancang bangun teknologi bawah air yang sudah dilakukan, yaitu: Remotely Operated Vehicle (ROV) “Tiram” pada tahun 2002 hingga 2003 dan Autonomous Underwater Vehicle (AUV) “Sotong” tahun 2004 hingga 2006 bermitra dengan ITB. Kegiatan penelitian tentang desain kapal selam telah dilaksanakan sejak 2007. Tujuan kegiatan litbangyasa tersebut lebih untuk peningkatan kompetensi para perekayasa BPPT.

Kapal selam terdiri dari sistem-sistem yang kompleks dan terintegrasi dari berbagai macam bidang keilmuan dan teknologi, sehingga dibutuhkan dukungan tenaga ahli teknik (engineer) dari berbagai lembaga terkait, sehingga keberadaan Konsorsium Pusat Desain dan Rekayasa Kapal Selam Nasional diperlukan untuk mengintegrasikan semua kegiatan litbangyasa dari rancang bangun dari sistem-sistem di kapal selam, sehingga hasil kegiatan litbangyasa tersebut bisa dimanfaatkan oleh industri pertahanan.

Untuk mendukung kegiatan litbangyasa rancang bangun kapal selam, BPPT memiliki laboratoria-laboratoria dengan kompetensi terkait, yaitu:

1.       Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH), adalah laboratoria yang berperan dalam melakukan validasi dari aspek hidrodinamika terhadap kinerja dari desain bentuk lambung kapal dan desain baling-baling kapal. Validasi dilakukan dengan menggunakan fasilitas kolam uji model dan secara pemodelan numerik. Penelitian tentang optimalisasi desain bentuk lambung dan desain baling-baling kapal selam dengan tingkat derau yang rendah (low noise level) di lakukan di laboratoria ini.

2.       Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika (B2TA3), adalah laboratoria yang berperan dalam melakukan validasi terhadap kinerja dari bentuk lambung kapal selam dengan menggunakan fasilitas uji terowongan angin dan secara pemodelan numerik. Validasi yang dilakukan di laboratoria ini untuk mendukung penelitian yang dilakaukan BTH. Selain itu, laboratoria ini memiliki kompetensi dalam melakukan pemodelan dan pengujian terhadap aspek getaran kapal.

3.       Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur (B2TKS), adalah laboratoria yang berperan dalam melakukan validasi dari aspek kekuatan struktur dan material terhadap desain platform kapal selam.

4.       Balai Teknologi Mesin Perkakas, Produksi dan Otomasi (BT MEPPO), adalah laboratoria yang berperan dalam rekayasa sistem mekatronika dan otomasi di kapal selam.

5.       Balai Teknologi Termodinamika Motor Propulsi (BT2MP), adalah laboratoria yang berperan di bidang termodinamika, baik yang terkait dengan rekayasa sistem pendingin peralatan dan permesinan, maupun rekayasa sistem tata udara untuk sistem penunjang kehidupan di kapal selam. Di samping itu, laboratoria ini memiliki kompetensi di bidang rekayasa sistem propulsi.

6.       Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE), adalah laboratoria yang berperan dalam rekayasa sistem energi kapal selam, seperti: baterai, fuel cell, dan sebagainya.

7.       Balai Teknologi Polimer, adalah laboratoria yang berperan dalam rekayasa material komposit untuk komponen-komponen kapal selam.

8.       Balai Teknologi Survei Kelautan, adalah laboratoria yang didukung dengan 4 kapal survei kelautan “Baruna Jaya”. Kapal-kapal tersebut memiliki kemampuan dalam melakukan kegiatan survei: Hydrography-Oceanography, Geology-Geophysics dan Marine Environment dan Fishery.

9.       Pusat-pusat dan laboratoria-laboratoria lainnya yang terkait.

Sebagaimana fasilitas laboratoria tersebut, BPPT memiliki SDM dengan kompetensi yang perlu ditingkatkan dalam mendukung penguasaan teknologi bawah air. Salah satu upaya yang dilakukan BPPT dalam memperoleh state of the art technology submarine adalah dengan menjalin kerjasama dengan institusi di dalam maupun luar negeri.

Penyelenggaraan seminar bersama dengan topik “Achieving Defence Superiority through Underwater Defence Technology” ini selain merupakan bagian dari kegiatan pengembangan Inovasi Teknologi Desain Wahana Bawah Air yang sedang dilaksanakan BPPT saat ini, juga merupakan tindak-lanjut pelaksanaan Memorandum of Understanding antara BPPT dan Saab AB, Swedia, tentang "Development of Industrial Defense Technology Cooperation." Seminar ini diharapkan dapat menghimpun berbagai informasi mengenai potensi kerjasama dan alih teknologi di bidang teknologi pertahanan bawah air, sesuai dengan kebutuhan pengguna Instansi terkait.

Saab AB memiliki produk, layanan dan solusi terkemuka di dunia, mulai dari pertahanan militer sampai keamanan sipil. Portofolio produk Saab AB mencakup banyak sistem pengembangan dan pengembangan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) di Indonesia. Saab AB juga memasok alat dan peralatan pertahanan (Alpalhan) berkinerja tinggi kepada TNI, antara lain: peluru kendali dan radar.

Dalam seminar ini, Saab Ab akan memperkenalkan teknologi Naval Combat Systems, Radar untuk laut dan darat, Sistem Rudal, Sistem Peringatan Dini Pertahanan Udara (Erieye), Air Command and Control dan Tactical Data Links, di samping topik khusus teknologi pertahanan bawah air, seperti: teknologi kapal selam, sistem pendeteksi bawah air, serta sistem pendukung terkait lainnya.

Berdasarkan sistem solusi terbuka, Saab menawarkan alih teknologi dan kerjasama industri untuk memastikan peningkatan kemampuan dalam negeri untuk dukungan, modifikasi dan pengembangan lebih lanjut.

BPPT dengan SDM yang kompeten di berbagai bidang teknologi, pengalaman dan fasilitas pengujian diharapkan dapat menjadi mitra dalam proses alih teknologi (TOT) baik bersama dengan lembaga litbang yang memiliki resep-resep teknologi, industri yang membuat produk-produk teknologi, dan pengguna yang memanfaatkan produk-produk teknologi tersebut.

Statistik Pengunjung

1.png3.png0.png4.png2.png5.png
Today43
Yesterday112
This week667
This month3080
Total130425

Layanan Aspirasi dan Pengaduan

Online Rakyat (LAPOR)

Hubungi Kami

Sekretariat PTIPK

Gedung Rekayasa Teknologi
      Pertahanan Keamanan (No.256) 
      Kawasan PUSPIPTEK, Setu, Tangerang Selatan 15314
  Telp. +62-21-75875941
  Fax. +62-21-75791285
  Email. sekr-ptipk@bppt.go.id
  ptipk.bppt.go.id

 

Komplain?